Tradisi Turun-Temurun, Ribuan Warga Ngunut Padati Kenduri Makam Kyai Condong Kenang Cikal Bakal Desa

Rika Aji 10 Juni 2026 09:14:15 WIB

SID- 31-05-2026 Melengkapi semarak rangkaian adat Rasulan (Bersih Desa) Kalurahan Ngunut tahun 2026, sebuah prosesi spiritual yang sarat akan nilai sejarah dan penghormatan leluhur digelar pada Minggu siang, 31 Mei 2026. Ribuan warga berkumpul dengan khidmat dalam agenda Kenduri Makam Kyai Condong.

Kegiatan yang sakral ini berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 15.00 WIB, bertempat di Komplek Makam Kyai Condong, Kalurahan Ngunut. Karisma dan nilai sejarah makam ini sukses menyedot perhatian massa, di mana total warga yang hadir diperkirakan mencapai 1.000-an orang dari berbagai wilayah padukuhan.

Menghormati Sang Cikal Bakal Kalurahan Ngunut

Tradisi kenduri dan nyekar massal ini merupakan agenda yang sudah dilaksanakan secara turun-temurun oleh generasi ke generasi di Kalurahan Ngunut. Tujuan utama dari perkumpulan akbar ini adalah untuk memberikan penghormatan tertinggi sekaligus mengirimkan doa bersama kepada Kyai Condong, tokoh ulama dan sesepuh agung yang diyakini masyarakat sebagai cikal bakal (pendiri/pembuka) wilayah Kalurahan Ngunut.

Suasana di area perbukitan makam tampak memutih oleh pakaian jemaah yang hadir. Sambil membawa sarana kenduri berupa ceting nasi gurih, ingkung ayam, dan uba rampe khas Jawa lainnya, warga duduk bersila memadati pelataran hingga area luar komplek makam demi mengikuti jalannya prosesi doa.

Gema Zikir, Tahlil, dan Indahnya Filosofi Kenduri

Acara inti diawali dengan pembacaan zikir, tahlil, dan doa bersama yang dilantunkan secara gemuruh namun tetap khusyuk oleh seribuan warga yang hadir. Doa dipanjatkan agar arwah Kyai Condong dan para leluhur desa mendapatkan tempat termulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta agar seluruh keturunan dan warga yang ditinggalkan selalu dilimpahi berkah keselamatan.

Usai doa puji-pujian dikumandangkan, acara dilanjutkan dengan tradisi kembul bujana atau makan bersama dari berkah kenduri yang dibawa masing-masing warga. Nuansa persaudaraan, kesetaraan, dan kegotongroyongan sangat terasa di momen ini, di mana pamong kalurahan, tokoh masyarakat, dan warga biasa membaur tanpa sekat menikmati hidangan syukur.

Pihak Pemerintah Kalurahan Ngunut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pilar penting dalam menjaga identitas lokal desa. "Kenduri Kyai Condong adalah cara warga Ngunut merawat ingatan sejarah. Kita tidak boleh lupa pada sosok yang menata fondasi awal tanah yang kita tinggali hari ini. Dengan menjaga tradisi turun-temurun ini, kita berharap pemuda-pemudi Ngunut tetap memiliki jati diri yang kuat dan senantiasa menghormati leluhurnya," ujar salah satu tokoh adat setempat.

Prosesi ritual kenduri makam ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar hingga sore hari, sekaligus menutup rangkaian agenda siang hari dalam suasana yang penuh berkah dan kedamaian.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Fauzan za
    ...baca selengkapnya
    14 April 2026 19:02:53 WIB
  • Lose Handoko
    Secara pribadi saya mengapresiasi langkah dan pela...baca selengkapnya
    05 September 2024 12:08:35 WIB
  • Prananto
    Mantabs Gan ... Lanjutkan !...baca selengkapnya
    16 Mei 2019 12:58:40 WIB
  • marsono
    Sukses terus buat KT Desa Ngunut, terus ber jiwa s...baca selengkapnya
    22 Maret 2017 21:40:38 WIB
Layanan Via WhatsApp
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial