Lestarikan Budaya Sejak Dini: Siswa Kelas 1 dan 2 SD Ngunut Tekuni Seni Karawitan di Balai Kalurahan

Rika Aji 21 April 2026 13:54:50 WIB

SID- 21-04-2026 Suara alunan gamelan terdengar syahdu menyelimuti aula Balai Kalurahan Ngunut pada Selasa siang (21/04/2026). Puluhan jemari kecil tampak antusias memukul bilah-bilah saron dan bonang dalam agenda rutin ekstrakurikuler karawitan. Kegiatan ini merupakan buah kerja sama yang apik antara SD Ngunut dengan Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Ngunut.

Memanfaatkan fasilitas gamelan milik kalurahan, kegiatan ini menjadi wadah nyata bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai warisan budaya Jawa sejak usia dini.

Sentuhan Magis Sang Pengendang Handal

Pelajaran karawitan ini dipimpin langsung oleh Bapak Makno, salah satu tokoh adat terkemuka di Kalurahan Ngunut. Beliau bukan sekadar pengajar, namun merupakan seorang pengendang handal yang jam terbangnya sudah tidak diragukan lagi dalam berbagai perhelatan budaya di Kabupaten Gunungkidul.

Di bawah bimbingan bapak Makno, sekitar 10 siswa yang berasal dari kelas 1 dan 2 SD Ngunut diajarkan teknik dasar menabuh gamelan dengan penuh kesabaran. "Sangat penting mengenalkan irama dan rasa dalam karawitan kepada anak-anak sejak mereka masih di kelas rendah, agar kecintaan terhadap budaya luhur ini tumbuh secara alami," ungkap Bapak Makno di sela-sela latihan.

Sinergi untuk Kelestarian Budaya

Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara instansi pendidikan dan pemerintah desa dalam menjalankan misi kebudayaan. Pemkal Ngunut membuka pintu lebar bagi sekolah untuk menggunakan perangkat gamelan kalurahan, memastikan bahwa aset budaya desa memberikan manfaat edukatif bagi warganya.

Langkah ini juga sejalan dengan semangat membangun masyarakat yang berkeadaban dan lestari, di mana modernitas tidak menghapus identitas asli bangsa. Dengan rutin berlatih setiap hari Selasa, para siswa diharapkan tidak hanya sekadar bisa menabuh, tetapi juga memahami nilai-nilai disiplin dan gotong royong yang terkandung dalam harmoni musik karawitan.

Harapan Masa Depan

Pemerintah Kalurahan Ngunut berharap kegiatan ini terus berlanjut dan mampu melahirkan bibit-bibit seniman muda yang akan menjaga api kelestarian budaya Jawa di Bumi Handayani tetap menyala.

"Melihat anak-anak kelas 1 dan 2 sudah berani memegang pemukul gamelan dan mengikuti arahan kendang bapak Makno, kami optimis budaya kita tidak akan hilang ditelan zaman," ujar salah satu perwakilan Pemkal Ngunut yang memantau jalannya latihan.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar