Cegah Stunting Demi Generasi Hebat, BKB Ngunut Tengah Gelar Penyuluhan Gizi dan MPASI
Rika Aji 20 April 2026 14:26:28 WIB
SID- 20-04-2026 Upaya mencetak generasi muda yang sehat dan berkualitas terus menjadi prioritas di Kalurahan Ngunut. Bertempat di Ngunut Tengah, para kader Bina Keluarga Balita (BKB) bekerja sama dengan Balai KB Kapanewon Playen menggelar kegiatan penyuluhan mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi balita, pada Senin (20/04/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Bapak Edy dari Balai KB Kapanewon Playen sebagai narasumber utama. Fokus materi yang disampaikan adalah teknik pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat, khususnya bagi anak usia 6 hingga 24 bulan, sebagai masa krusial pertumbuhan anak.
Mengenal Bahaya Stunting dan Dampak Jangka Panjang
Dalam paparannya, Bapak Edy menekankan bahwa stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia. Stunting bukan sekadar kondisi fisik anak yang lebih pendek dari rata-rata usianya, melainkan indikator adanya kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu lama.
"Bahaya stunting sangat serius. Tidak hanya mengganggu pertumbuhan fisik, stunting juga berdampak pada perkembangan otak yang tidak optimal, sehingga dapat menurunkan kemampuan kognitif dan kekebalan tubuh anak di masa depan," jelasnya.
Kader sebagai Ujung Tombak Pencegahan
Kegiatan ini lahir dari kesadaran kolektif para kader BKB Ngunut Tengah akan pentingnya investasi pada kesehatan balita. Para kader memahami betul bahwa untuk melahirkan generasi muda yang hebat di masa depan, pencegahan stunting harus dilakukan sedini mungkin melalui edukasi kepada orang tua mengenai asupan nutrisi yang benar.
Hadir memantau langsung kegiatan tersebut, Ibu Eri Setyaningrum selaku Kamituwa Kalurahan Ngunut yang mengampu bidang sosial dan kesehatan. Kehadiran beliau menunjukkan dukungan penuh pemerintah kalurahan terhadap program-program pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan ibu dan anak.
Komitmen untuk Masa Depan
Melalui penyuluhan ini, diharapkan para orang tua di Ngunut Tengah lebih terampil dalam mengolah MPASI yang bergizi dan terjangkau. Sinergi antara Balai KB, pemerintah kalurahan, dan kader kesehatan ini diharapkan mampu menekan angka stunting secara signifikan di wilayah Ngunut.
Dengan terpenuhinya gizi yang seimbang, anak-anak di Kalurahan Ngunut diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kuat, dan mampu membawa kemajuan bagi desa dan bangsa di masa yang akan datang.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Semarak Hari Kartini di Kalurahan Ngunut: Lomba Paduan Suara hingga Seni Wiru Jarik Hidupkan Semanga
- Jagabaya Ngunut Tekankan Tertib Administrasi: Sosialisasi Aturan Terbaru Pemanfaatan Tanah Kalurahan
- Tingkatkan Akuntabilitas Desa, Kamituwo Ngunut Perdalam Tata Kelola Keuangan
- Optimalkan Dana Istimewa 2026, Kalurahan Ngunut Susun Rencana Aksi Reformasi Kalurahan di Setda
- Lestarikan Budaya Sejak Dini: Siswa Kelas 1 dan 2 SD Ngunut Tekuni Seni Karawitan di Balai Kalurahan
- Semangat Kartini di Usia Senja: 70 Lansia Kernen Tampil Energik dalam Posyandu Rutin
- Intervensi Gizi Spesifik: Pemerintah Kalurahan Ngunut Salurkan Susu Tinggi Kalori untuk Balita Gizi












