Ubah Sampah Jadi Rupiah: Padukuhan Ngunut Tengah berikan contoh Nyata

Rika Aji 20 April 2026 08:27:04 WIB

SID- 19-04-2026 Semangat untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan lestari terus digelorakan di Kalurahan Ngunut. Melalui inisiasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul yang dimulai sejak tahun 2025, program Bank Sampah kini menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan ekonomi kreatif warga.

Program ini mengusung prinsip "Sampah Jadi Rupiah", di mana warga diajak untuk lebih kreatif dalam memilah sampah rumah tangga mereka. Berdasarkan ketentuan program, hampir semua jenis sampah anorganik akan dibayar oleh pengelola, kecuali sampah yang mudah busuk atau sampah organik.

Inovasi Palawija dan Sistem Tabungan Lebaran

Ada hal menarik dalam operasional Bank Sampah di Ngunut. Selain sampah, program ini juga mengakomodasi hasil bumi berupa Palawija yang dibeli dari warga dengan harga yang kompetitif sesuai harga pasar. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang sebagian besar juga mengelola lahan pertanian.

Untuk manajemen keuangan, program ini bekerja sama dengan lembaga keuangan mikro:

  • Sistem Menabung: Hasil penjualan sampah tidak langsung diberikan secara tunai, melainkan ditabung melalui BMT.

  • Waktu Pencairan: Tabungan ini hanya dapat dibuka satu kali dalam setahun, yakni saat menjelang hari raya Idulfitri (Lebaran). Sistem ini dirasakan sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan hari raya yang biasanya meningkat.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada 40 anggota aktif yang rutin berpartisipasi. Setiap bulannya, para kader Bank Sampah melaksanakan kegiatan rutin berupa penimbangan sampah massal. Tidak hanya itu, para pengurus juga aktif melakukan sosialisasi dan komunikasi (KIE) ke tingkat RT yang belum bergabung.

Langkah ini sejalan dengan upaya pembangunan daerah yang dilaksanakan secara adil dengan menjamin hak dan kesempatan yang sama bagi semua warga. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, dan masyarakat, diharapkan seluruh wilayah RT di Ngunut segera terintegrasi dalam sistem Bank Sampah ini.

Mengurangi Pencemaran, Membangun Peradaban

Inti dari program Bank Sampah ini bukan sekadar mengejar keuntungan materi, melainkan upaya nyata untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Dengan memilah sampah dari sumbernya, masyarakat Ngunut turut berperan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Kegiatan ini merupakan bukti nyata dari visi "Terwujudnya Masyarakat Adil Makmur, Lestari dan Berkeadaban". Dengan mengubah pola pikir dari "membuang" menjadi "memilah", warga Ngunut membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar