Hari Kedua KIE Rawan Bencana: Warga Ngunut Edukasi Mitigasi Bahaya Kelistrikan Bersama PLN

Rika Aji 17 April 2026 09:38:12 WIB

SID 17-04-2026 Memasuki hari kedua rangkaian kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Kabupaten/Kota, Pemerintah Kalurahan Ngunut memfokuskan materi pada aspek keselamatan ketenagalistrikan. Setelah sebelumnya dibekali materi pertolongan pertama, para peserta kini diajak untuk memahami potensi ancaman "bencana" yang bersumber dari infrastruktur listrik di sekitar pemukiman.

Hadir sebagai narasumber utama pada agenda hari ini adalah Bapak Muhammad Suropati dari PLN. Sebanyak kurang lebih 25 peserta yang hadir sejak hari pertama tetap menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyimak paparan mengenai pentingnya menjaga ruang aman di sekitar jaringan listrik.

Mengenal Infrastruktur dan Potensi Bahaya

Dalam sesi ini, Muhammad Suropati memberikan pemahaman teknis yang dikemas secara sederhana mengenai jenis-jenis kabel listrik dan tiang penyangga (cagak). Pemahaman ini bertujuan agar masyarakat mampu membedakan jenis instalasi dan jarak aman yang harus dipatuhi.

Edukasi ini merupakan bagian dari upaya mitigasi prabencana untuk meminimalkan potensi kerusakan dan kerugian di lokasi yang merupakan fasilitas umum. Beliau memaparkan delapan potensi gangguan listrik yang paling sering terjadi akibat aktivitas masyarakat, yaitu:

  • Penebangan pohon yang tidak terkoordinasi dan mengenai jaringan.

  • Pembangunan atau renovasi gedung yang terlalu dekat dengan kabel tegangan tinggi.

  • Pemasangan baliho yang tidak memperhatikan jarak aman instalasi.

  • Pemasangan antena TV yang berisiko menyentuh kabel listrik.

  • Pemasangan umbul-umbul saat perayaan atau hajatan warga.

  • Bermain layang-layang di dekat jaringan kabel.

  • Penerbangan balon udara yang dapat memicu korsleting pada transmisi.

  • Kegiatan di sekitar gardu listrik yang sangat berisiko bagi keselamatan warga.

     

Sinergi Demi Keamanan Desa

Melalui edukasi ini, setiap pihak diharapkan dapat berkontribusi sesuai dengan peran dan kapasitasnya masing-masing untuk menjaga keamanan lingkungan. Hal ini sejalan dengan misi penguatan tata kelola kolaboratif antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat dalam menghadapi risiko kebencanaan.

 

"Kegiatan ini sangat penting bagi kami untuk mengenali potensi gangguan listrik. Ternyata hal-hal sederhana seperti memasang umbul-umbul atau antena jika salah posisi bisa sangat berbahaya," ujar salah satu peserta.

Dengan berakhirnya materi hari kedua ini, diharapkan 25 relawan yang telah dilatih mampu menjadi agen informasi bagi warga lainnya, sehingga tercipta lingkungan Kalurahan Ngunut yang tidak hanya tangguh bencana alam, tetapi juga mandiri dalam mitigasi risiko kegagalan teknologi dan kelistrikan.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar