Perkuat Kesiapsiagaan, Relawan Ngunut Ikuti Edukasi KIE Rawan Bencana Bersama BPBD dan PMI
Rika Aji 16 April 2026 10:07:47 WIB
SID- 15-04-2026 Dalam upaya meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi potensi bencana alam, kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana tingkat Kabupaten/Kota digelar dengan khidmat di Kalurahan Ngunut. Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama dua hari ini menghadirkan pakar kebencanaan dari jajaran BPBD dan PMI Kabupaten Gunungkidul.
Hadir sebagai narasumber utama dalam agenda ini adalah Bapak Sile Haryanto dari BPBD Kabupaten Gunungkidul serta Bapak Triyono, atau yang akrab disapa Bapak Pendek, mewakili PMI Kabupaten Gunungkidul.
Hari Pertama: Fokus pada Penyelamatan Nyawa (PPGD)
Pada hari pertama pelaksanaan, materi difokuskan pada aspek krusial dalam situasi darurat, yakni Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Materi ini disampaikan langsung oleh Bapak Triyono (Pendek).
Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa detik-detik awal setelah terjadinya kecelakaan atau bencana adalah waktu yang paling kritis. Oleh karena itu, keterampilan dasar dalam menangani korban sebelum bantuan medis profesional tiba sangatlah vital untuk meminimalisir risiko fatalitas.
Antusiasme Peserta yang Tinggi
Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 25 orang peserta yang terdiri dari unsur perangkat kalurahan dan tokoh masyarakat. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa selama sesi berlangsung. Hal ini terlihat dari banyaknya diskusi interaktif mengenai teknik-teknik pertolongan pertama pada korban.
"Materi PPGD ini sangat kami butuhkan. Sebagai warga di wilayah rawan bencana, pengetahuan tentang cara menangani korban secara benar bukan hanya sekadar teori, tapi keterampilan yang menyangkut keselamatan nyawa manusia," ujar salah satu peserta di sela-sela kegiatan.
Agenda Berlanjut
Program KIE Rawan Bencana ini akan berlanjut pada hari kedua dengan materi lanjutan guna melengkapi kemampuan mitigasi warga. Melalui sinergi antara BPBD, PMI, dan Pemerintah Kalurahan, diharapkan terbangun sistem ketangguhan bencana yang dimulai dari unit terkecil di masyarakat.
Dengan pemahaman KIE yang baik, diharapkan warga tidak hanya waspada, tetapi juga cakap dan sigap dalam memberikan bantuan pertama saat situasi darurat melanda.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Wujudkan Mitigasi Struktural, Pemerintah Kalurahan Ngunut dan DPU Survei Lokasi Gotong Royong 2026
- Perkuat Kesiapsiagaan, Relawan Ngunut Ikuti Edukasi KIE Rawan Bencana Bersama BPBD dan PMI
- Sentuhan Kasih,Kader Keswa Kunjungi Rumah Dampingan ODDP
- Memanusiakan Jiwa: Kader Kesehatan Jiwa Ngunut Konsisten Dampingi ODDP Menuju Kemandirian
- Optimalkan Aset Desa, Balai Kalurahan Ngunut Jadi Pilihan Favorit Hajatan Warga
- Percepat Izin Usaha, KDMP Gelar Rapat Koordinasi Kelengkapan Berkas Bantuan Bioflok KKP
- Awali Pekan dengan Kedisiplinan, Lurah Ngunut Pimpin Apel Pagi dan Tekankan Ketertiban Administrasi













