Percepat Izin Usaha, KDMP Gelar Rapat Koordinasi Kelengkapan Berkas Bantuan Bioflok KKP

Rika Aji 13 April 2026 15:54:30 WIB

SID- 13-04-2026 Kelompok Daya Masyarakat Perikanan (KDMP) menyelenggarakan rapat koordinasi intensif guna mematangkan persiapan administrasi dan legalitas usaha. Pertemuan ini difokuskan pada pemenuhan kelengkapan berkas izin usaha serta finalisasi proposal bantuan sarana budidaya ikan sistem Bioflok dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Rapat yang berlangsung dengan penuh antusias ini dihadiri oleh jajaran pengurus kelompok dan dipandu langsung oleh Ibu Maria Ratna, selaku Pendamping KDMP.

Optimalisasi Teknologi Bioflok untuk Budidaya Lele dan Nila

Bantuan yang akan diterima oleh KDMP merupakan program strategis dari Kementerian Perikanan dan Kelautan untuk meningkatkan produktivitas perikanan darat. Sistem Bioflok dipilih karena efisiensinya dalam penggunaan lahan dan air, serta kemampuannya meningkatkan daya tahan hidup ikan.

"Teknologi Bioflok ini akan menjadi babak baru bagi kelompok dalam budidaya ikan lele dan nila. Namun, bantuan ini menuntut kesiapan manajerial dan administrasi yang matang agar tepat sasaran dan berkelanjutan," ujar Ibu Maria Ratna di sela-sela arahannya.

Fokus pada Legalitas dan Administrasi

Agenda utama pertemuan ini adalah memastikan seluruh dokumen perizinan usaha KDMP terpenuhi sesuai regulasi yang berlaku. Hal ini mencakup:

  • Penyusunan Proposal: Penajaman rencana kerja dan analisis kebutuhan sarana budidaya.

  • Izin Usaha: Pengurusan dokumen legalitas kelompok sebagai syarat mutlak penerimaan hibah dari KKP.

  • Verifikasi Data Anggota: Memastikan seluruh anggota kelompok siap menjalankan komitmen budidaya secara kolektif.

Ibu Maria Ratna menekankan pentingnya akurasi data dalam berkas proposal. Menurutnya, kelengkapan administrasi adalah cerminan profesionalisme kelompok di mata pemerintah pusat.

Harapan Kedepan

Dengan rampungnya pemberkasan ini, KDMP diharapkan dapat segera merealisasikan pembangunan kolam Bioflok untuk komoditas lele dan nila. Langkah ini diprediksi tidak hanya akan memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi bagi para anggota kelompok melalui hilirisasi hasil perikanan yang lebih berkualitas.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar