Tradisi Baru Rasulan 2026, Pemkal Ngunut Gelar Ziarah untuk Kenang Jasa Para Mantan Lurah dan Pamong

Rika Aji 02 Juni 2026 08:35:08 WIB

SID-28-05-2026 Ada yang istimewa dan berbeda pada rangkaian agenda adat Rasulan (Bersih Dusun) Kalurahan Ngunut di tahun 2026 ini. Pemerintah Kalurahan Ngunut menginisiasi sebuah tradisi baru yang sarat akan nilai penghormatan dan religiusitas melalui kegiatan Ziarah Leluhur Lurah dan Pamong.

Agenda perdana yang penuh rasa khidmat ini dilaksanakan pada Kamis sore, 28 Mei 2026, dimulai pukul 15.30 WIB hingga selesai. Kegiatan nyekar dan doa bersama ini dipusatkan di Komplek Makam Ngunut, tempat persemayaman terakhir para tokoh yang pernah mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan desa.

Kehadiran Komplit Jajaran Pemerintahan dan Ahli Waris

Suasana haru dan penuh kekeluargaan menyelimuti komplek pemakaman saat untaian doa mulai dilantunkan. Acara ini dihadiri langsung oleh Lurah Ngunut beserta seluruh jajaran Pamong Kalurahan, Ketua dan Anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal), serta perwakilan ahli waris dari seluruh mantan pamong yang telah terlebih dahulu meninggalkan kita (kapundut).

Kehadiran para ahli waris ini menjadi jembatan silaturahmi yang kuat antara generasi pengurus pemerintahan saat ini dengan keluarga besar para pejuang birokrasi masa lalu.

Wujud Penghormatan Tertinggi untuk Pejuang Desa

Pihak Pemerintah Kalurahan Ngunut menegaskan bahwa agenda ziarah bersama ini bukan sekadar rutinitas musiman atau sekadar menjalankan tradisi lokal semata. Kegiatan ini merupakan bentuk legitimasi rasa hormat, takzim, dan apresiasi tertinggi dari seluruh warga dan jajaran pemeringah bagi para pejuang desa yang telah meletakkan pondasi pengabdian yang kokoh di bumi Ngunut.

"Kami menyadari bahwa kemajuan, kenyamanan, dan ketenteraman yang dirasakan oleh warga Kalurahan Ngunut hari ini tidak lepas dari tetesan keringat, pemikiran, dan perjuangan tulus dari para lurah serta pamong terdahulu. Terima kasih yang tak terhingga atas warisan kebaikan dan dekidasi mulia yang telah panjenengan semua tinggalkan. Tugas berat kami yang masih hidup kini adalah merawat, menjaga, dan melanjutkan estafet perjuangan tersebut," tutur perwakilan institusi Kalurahan Ngunut di sela-sela acara.

Prosesi Tabur Bunga dan Doa Bersama

Acara inti ziarah ditandai dengan pembacaan tahlil, zikir, dan doa bersama yang dipimpin oleh kaum rois, memohonkan ampunan serta tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa untuk para almarhum. Setelah doa penutup, prosesi dilanjutkan dengan tabur bunga bersama di atas pusara para mantan lurah dan pamong oleh jajaran Pemkal, Bamuskal, yang diikuti secara emosional oleh para ahli waris.

Dengan dimulainya agenda ziarah lelulur pada Rasulan 2026 ini, Pemerintah Kalurahan Ngunut berharap nilai-nilai "Mikul Dhuwur Mendhem Sero" (menjunjung tinggi kebaikan dan menghormati leluhur) dapat terus tertanam dan menjadi pemantik semangat bagi pamong aktif untuk bekerja lebih tulus demi kesejahteraan masyarakat.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Fauzan za
    ...baca selengkapnya
    14 April 2026 19:02:53 WIB
  • Lose Handoko
    Secara pribadi saya mengapresiasi langkah dan pela...baca selengkapnya
    05 September 2024 12:08:35 WIB
  • Prananto
    Mantabs Gan ... Lanjutkan !...baca selengkapnya
    16 Mei 2019 12:58:40 WIB
  • marsono
    Sukses terus buat KT Desa Ngunut, terus ber jiwa s...baca selengkapnya
    22 Maret 2017 21:40:38 WIB
Layanan Via WhatsApp
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial