Aksi Nyata Cegah Stunting: Dinas Pertanian dan Pangan Bersama Kalurahan Ngunut Gelar Mantel Centing

Rika Aji 19 Mei 2026 10:05:42 WIB

SID-19-05-2026 Bertempat di Kalurahan Ngunut, Kapanewon Playen, digelar aksi akselerasi penurunan angka stunting melalui kegiatan Gerakan Makan Telur. Acara ini merupakan implementasi nyata dari inovasi program Mantel Ceting (Masyarakat Sadar Pentingnya Cegah Stunting), sebuah langkah kolaboratif untuk mencetak generasi sehat dan bebas stunting di Kabupaten Gunungkidul.

Mengenal Program "Mantel Ceting" dan Latar Belakangnya

Program Mantel Ceting adalah gerakan inovatif yang diinisiasi untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat akan krusialnya pemenuhan gizi seimbang pada masa tumbuh kembang anak.

Mengapa program ini berfokus pada Gerakan Makan Telur? Telur dipilih karena merupakan sumber protein hewani yang sangat kaya akan asam amino esensial, kolin, dan vitamin D. Kandungan nutrisi tinggi ini sangat mudah diserap oleh tubuh anak untuk merangsang pertumbuhan tulang, memperbaiki jaringan sel, serta mengoptimalkan perkembangan motorik dan kecerdasan otak balita.

Selain padat gizi, telur merupakan bahan pangan lokal yang terjangkau dan mudah didapat oleh masyarakat. Melalui program ini, intervensi stunting tidak lagi hanya mengandalkan obat-obatan, melainkan mengoptimalkan asupan makanan bergizi harian dari rumah tangga.

Kehadiran Pejabat dan Tim Teknis Lintas Sektor

Kegiatan yang berlangsung semarak ini dihadiri oleh jajaran pemangku kebijakan, pakar nutrisi ternak, serta tim medis lapangan, antara lain:

  1. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Bapak Rismiyadi, S.P., M.P.

  2. Lurah Kalurahan Ngunut, Bapak Iswanto Hadi.

  3. Kepala Bidang Peternakan DPP Gunungkidul.

  4. Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Playen.

  5. Pengawas Mutu Pakan DPP Gunungkidul.

  6. Pengawas Bibit Ternak DPP Gunungkidul.

  7. Staf Bidang Peternakan DPP Gunungkidul.

Sinergi dari unsur peternakan dan kesehatan hewan ini sengaja dihadirkan untuk memastikan bahwa pasokan telur yang didistribusikan kepada masyarakat benar-benar steril, higienis, berkualitas unggul, dan memiliki mutu pakan yang aman untuk konsumsi balita.

Garda Depan: Kehadiran Sub-Ketua RT Kalurahan Ngunut

Guna memastikan program intervensi gizi ini tepat sasaran, Pemerintah Kalurahan Ngunut secara khusus menghadirkan para Sub-Ketua RT (Kader Wilayah tingkat RT) dari seluruh padukuhan.

Para pengurus wilayah tingkat RT ini merupakan garda terdepan yang paling memahami kondisi riil, data balita, serta pola asuh keluarga di lingkungan masing-masing. Melalui kehadiran mereka, edukasi mengenai pentingnya pemberian satu hari satu telur bagi balita dapat langsung ditularkan dan dipantau secara berkala di tingkat rukun tetangga.

"Penanganan stunting harus dikeroyok bersama. Dinas Pertanian dan Pangan memastikan ketersediaan pangan bergizi dari sektor peternakan, sementara pemerintah kalurahan bersama Bapak/Ibu RT mengawal agar telur ini benar-benar dikonsumsi oleh anak-anak kita yang membutuhkan. Dengan komitmen bersama, kita optimis Ngunut terbebas dari stunting," ujar Lurah Ngunut dalam sambutannya.

Acara diakhiri dengan simbolis pembagian dan makan telur bersama para balita yang didampingi orang tua, diiringi edukasi interaktif mengenai cara pengolahan telur yang benar agar kandungan gizinya tetap terjaga utuh.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Fauzan za
    ...baca selengkapnya
    14 April 2026 19:02:53 WIB
  • Lose Handoko
    Secara pribadi saya mengapresiasi langkah dan pela...baca selengkapnya
    05 September 2024 12:08:35 WIB
  • Prananto
    Mantabs Gan ... Lanjutkan !...baca selengkapnya
    16 Mei 2019 12:58:40 WIB
  • marsono
    Sukses terus buat KT Desa Ngunut, terus ber jiwa s...baca selengkapnya
    22 Maret 2017 21:40:38 WIB
Layanan Via WhatsApp
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial