Tekan Angka Putus Sekolah, Kamituwo Ngunut Ikuti Bimtek Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS)
Rika Aji 27 April 2026 10:23:23 WIB
SID 27-04-2026 Pemerintah Kalurahan Ngunut menunjukkan komitmen serius dalam memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh warganya. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Kamituwo Ngunut, Ibu Eri Setyaningrum, dalam acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Senin (27/04/2026).
Kegiatan yang berlangsung di aula pertemuan Kabupaten ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan dan memastikan tidak ada anak di wilayah Gunungkidul, khususnya di Kalurahan Ngunut, yang kehilangan kesempatan belajar.
Sinergi Lintas Sektor untuk Masa Depan Anak
Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul menegaskan bahwa masalah Anak Tidak Sekolah adalah tanggung jawab kolektif. Penanganan ATS memerlukan kerja sama yang erat antara pemerintah kabupaten, kapanewon, hingga pemerintah kalurahan sebagai pihak yang paling dekat dengan domisili warga.
"Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh jajaran di tingkat kalurahan memiliki pemahaman yang sama mengenai strategi pendataan dan intervensi yang tepat bagi anak-anak yang belum atau tidak melanjutkan sekolah," ungkap pihak Dinas Pendidikan.
Strategi Penanganan dan Pemutakhiran Data
Selama kegiatan bimtek, Ibu Eri Setyaningrum beserta peserta lainnya dibekali dengan berbagai materi teknis, antara lain:
-
Pemutakhiran Data ATS: Teknik verifikasi data di lapangan agar jumlah anak yang putus sekolah terdata dengan akurat secara by name by address.
-
Pendidikan Nonformal: Pemanfaatan program Paket A, B, dan C sebagai solusi bagi anak-anak yang memiliki kendala untuk kembali ke jalur pendidikan formal.
-
Pendekatan Persuasif: Peserta dilatih teknik komunikasi kepada orang tua dan keluarga agar bersedia memberikan dukungan kepada anak untuk kembali bersekolah.
Komitmen Kalurahan Ngunut
Kehadiran Kamituwo Ngunut dalam acara ini sangat krusial, mengingat bidang kemasyarakatan di tingkat kalurahan memiliki peran besar dalam melakukan penjangkauan langsung. Ibu Eri Setyaningrum menyampaikan bahwa hasil dari bimtek ini akan segera dikoordinasikan dengan jajaran Dukuh untuk memastikan validitas data anak di setiap padukuhan.
"Pendidikan adalah fondasi utama untuk memutus rantai kemiskinan. Dengan sinergi antara Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta kami di tingkat kalurahan, kami optimis angka anak tidak sekolah di Ngunut dapat ditekan secara signifikan," tegas Ibu Eri.
Melalui langkah nyata ini, Kalurahan Ngunut bersinergi dengan Kabupaten Gunungkidul untuk mewujudkan generasi yang lebih berpendidikan, berdaya saing, dan berkeadaban pada tahun 2026.
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Komentar Terkini
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- Optimalkan Pengelolaan Dana Keistimewaan, Ulu-Ulu Ngunut Ikuti Sosialisasi Aplikasi
- Matangkan Persiapan Bersih Dusun, Bhabinkamtibmas dan Pamong Ngunut Perkuat Sinergi
- Perkuat Sinergi Tiga Pilar, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Kalurahan Ngunut Sambangi Kediaman Warga
- Tekan Angka Putus Sekolah, Kamituwo Ngunut Ikuti Bimtek Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS)
- Perangi Penyakit Masyarakat, Pemerintah Kalurahan Ngunut Hadiri Pembinaan PEKAT di Kapanewon Playen
- Persiapan Rasul hingga Evaluasi Anggaran: Pemkal Ngunut Gelar Rakor Intensif Jelang Perubahan APBKal
- Lurah Ngunut Tekankan Ketertiban Jam Kerja serta Percepatan SPJ














