Perangi Penyakit Masyarakat, Pemerintah Kalurahan Ngunut Hadiri Pembinaan PEKAT di Kapanewon Playen

Rika Aji 27 April 2026 10:07:24 WIB

SID- 27-04-2026 Dalam upaya menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif, Pemerintah Kalurahan Ngunut menghadiri rapat koordinasi ketentraman dan ketertiban umum (Trantibum) yang berfokus pada pembinaan Penyakit Masyarakat (PEKAT). Kegiatan ini diselenggarakan di aula Kapanewon Playen dan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh desa se-Kapanewon Playen.

Kalurahan Ngunut diwakili oleh Staf Jagabaya, Mas Kurniawan, dan Linmas Bapak Suliariko guna menyerap arahan strategis dalam menanggulangi gangguan sosial di tingkat padukuhan. Acara dipandu oleh Bapak Sukiat dari Kapanewon Playen dan menghadirkan narasumber utama, Bapak Tuhiranto selaku Kanit Binmas Polsek Playen.

Fokus Utama: Lima Pilar PEKAT

Dalam paparannya, Kanit Binmas Polsek Playen menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif terhadap lima bentuk penyakit masyarakat yang sering mengganggu stabilitas desa, yaitu:

  1. Perjudian (termasuk judi online)

  2. Minuman Keras (Miras)

  3. Prostitusi

  4. Narkoba

  5. Premanisme

Pembinaan ini bertujuan untuk membekali para aparatur desa agar mampu melakukan deteksi dini dan tindakan preventif sebelum gangguan tersebut meluas di masyarakat.


Sorotan Khusus: Bahaya dan Skema Judi Online (Judol)

Salah satu bahaya laten yang menjadi pembahasan hangat adalah fenomena Judi Online (Judol). Berbeda dengan judi konvensional, judi online memiliki skema yang jauh lebih berbahaya karena aksesnya yang berada dalam genggaman (smartphone).

Bagaimana Skema Judol Membuat Orang Lupa Diri?

Berdasarkan tinjauan psikologi dan keamanan siber, berikut adalah alasan mengapa judi online sangat merusak:

  • Manipulasi Kemenangan Awal (The Near-Miss Effect): Skema algoritma judi online seringkali "memberi kemenangan" di awal kepada pemain baru. Hal ini bertujuan untuk memicu hormon dopamin yang menciptakan rasa bahagia semu dan keyakinan bahwa mereka bisa menang besar.

  • Intermittent Reinforcement: Sistem dirancang untuk memberikan kemenangan kecil di tengah kekalahan besar. Hal inilah yang membuat pecandu merasa bahwa "kemenangan besar tinggal selangkah lagi," sehingga mereka terus menyetorkan uang (deposit).

  • Kehilangan Kepekaan Nilai Uang: Karena transaksi dilakukan secara digital (transfer/e-wallet), pemain seringkali tidak merasa sedang menghabiskan uang nyata. Ini berbeda dengan judi fisik di mana tumpukan uang terlihat berkurang secara kasat mata.

  • Efek Domino Sosial: Saat modal habis, pecandu mulai terjebak pada Pinjaman Online (Pinjol) ilegal, berbohong kepada keluarga, hingga melakukan tindakan kriminal seperti pencurian atau penggelapan aset demi menutupi kekalahan.

Bahaya Jangka Panjang

Judi online tidak hanya menghancurkan ekonomi, tetapi juga kesehatan mental. Banyak kasus menunjukkan pecandu mengalami depresi berat, keretakan rumah tangga, hingga kehilangan pekerjaan karena konsentrasi yang habis untuk memantau layar ponsel.

Melalui partisipasi dalam pembinaan ini, Pemerintah Kalurahan Ngunut melalui staf Jagabaya berkomitmen untuk meneruskan informasi ini kepada warga dan para pemuda di wilayah Ngunut.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar