Cegah Stunting, Padukuhan Ngunut Tengah Intensifkan Posyandu Balita Lewat Dukungan Dana Desa

Rika Aji 08 April 2026 13:59:53 WIB

SID 08-04-2026 Komitmen Pemerintah Kalurahan Ngunut dalam menciptakan generasi emas terus diperkuat melalui kegiatan rutin di tingkat akar rumput. Bertempat di Padukuhan Ngunut Tengah, puluhan ibu dan balita tampak memadati area Posyandu untuk mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan rutin bulanan.

Pemantauan Tumbuh Kembang Secara Berkala

Pada pelaksanaan bulan ini, tercatat sebanyak 38 balita hadir didampingi oleh orang tua mereka. Para kader kesehatan dengan sigap memberikan layanan pemantauan pertumbuhan yang meliputi:

  • Penimbangan Berat Badan: Untuk memantau kecukupan asupan nutrisi harian.

  • Pengukuran Tinggi Badan & Lingkar Kepala: Sebagai parameter penting dalam mendeteksi perkembangan fisik dan fungsi otak anak.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) & Edukasi Gizi

Selain pemeriksaan fisik, para balita juga mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi berupa bubur ayam dan pisang. Menu ini dipilih untuk memberikan contoh asupan protein dan vitamin yang seimbang bagi pertumbuhan anak.

Tak hanya fokus pada fisik anak, para kader kesehatan setempat juga memberikan edukasi gizi kepada para ibu. Edukasi ini bertujuan agar pola asuh dan pola makan di rumah tetap terjaga sesuai dengan standar kesehatan yang disarankan.

Upaya Strategis Penurunan Stunting

Seluruh rangkaian kegiatan ini terlaksana dengan dukungan penuh dari Dana Desa Tahun Anggaran 2026. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kesehatan masyarakat, khususnya balita, menjadi prioritas dalam pemanfaatan anggaran desa.

Tujuan utama dari konsistensi kegiatan ini adalah untuk memantau status gizi anak secara detail dari bulan ke bulan, sekaligus menjadi garda terdepan dalam upaya menurunkan angka stunting di wilayah Kalurahan Ngunut.

Dengan adanya sinergi antara anggaran dana desa, keaktifan kader, dan antusiasme orang tua, diharapkan seluruh balita di Padukuhan Ngunut Tengah dapat tumbuh sehat, cerdas, dan terbebas dari risiko gagal tumbuh.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar