Budaya Sambatan Masih Lestari di Ngunut

Djunian 26 Februari 2025 11:21:27 WIB

SID - Kurang lebih tiga minggu belakangan ini warga Kalurahan Ngunut, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta tengah disibukkan dengan adanya aktivitas sambatan di bidang pertanian.

Silih berganti mereka saling bahu membahu untuk memanen padi di ladang. Dengan semangat gotong royong yang tinggi, sambatan telah mengakar sejak zaman dulu dan turun temurun di Ngunut.

Seperti halnya terlihat di wilayah Ngunut, sambatan masih kental dilakukan oleh puluhan warga, khususnya yang berprofesi sebagai petani. Seolah tanpa rasa lelah, nyaris setiap hari mereka bergantian saling saling bantu untuk menyelesaikan panen raya padi.

“Iya memang dari dulu sambatan sudah menjadi budaya di sini. Alhamdulillah warga masih menjunjung tinggi semangat guyub rukun sampai sekarang,” kata Bapak Dukuh Ngunut Tengah (Pujo Suroto).

Di 3 padukuhan di Kalurahan Ngunut, sambatan juga berlangsung sejak awal bulan Februari 2025. Hasil panen padi petani Ngunut sebagian besar dimanfaatkan untuk stok ketahanan pangan keluarga hingga satu tahun kedepan.

Lurah Ngunut, H. Iswanto Hadi, S.Sos menyambut baik adanya semangat warga yang masih menjaga nilai-nilai kerukunan di lingkungan masing-masing. Ia menilai bahwa semangat gotong royong merupakan modal yang luar biasa dalam upaya menjaga kondusifitas wilayah dan mempererat persatuan antar warga.

“Sambatan merupakan bentuk kearifan lokal yang masih lestari di Ngunut. Semoga hal ini dapat terus dipupuk untuk mewujudkan kerukunan antar warga yang adem ayem tentrem,” ujar H. Iswanto Hadi, S.Sos. Lurah Ngunut.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

Layanan Via WhatsApp